Jumat, 05 Maret 2010

Dari Putra’Putri NU teruntuk Bangsaku!

Written by “Ainun Ni’mah”
(Sekum PC.IPPNU Metro)

IPNU (Ikatan Pelajar NU) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri NU) secara sosio’historis tentu tidak dapat dilepaskan dari dinamika internal maupun eksternal organisasi induknya yaitu NU.

NU pada fase perkembangan waktu tentunya memerlukan eksistensi para kaum mudanya yang siap mem’back’up dan menjadi ujung tombak perjuangan NU dalam mencapai tujuan dan cita-cita organisasi. Kecenderungan semacam ini menjadi satu hal yang logis mencakup masa depan dan eksistensi NU dengan keberadaan kaum mudanya yang siap berjuang dan mewujudkan cita-cita NU. Maka olehnya, praktis jika Tongkat Estafet perjungan NU secara berkesinambungan mesti dipertahankan.

Menyepakati pemahaman tenetang pentingnya keilmuan, sesuai hadist nabi “Khotibun’naas biqodri uqulihim” bahwa manusia itu dinilai sesuai kapasitas intelektualnya. Dan juga penanaman jiwa kebangsaan yang mengacu kepada “hubul wathon minal iman” yang kemudian antara ke’ilmuan dan jiwa kebangsaan itu dikombinasikan dalam benteng ASWAJA sebagai manhajul fikr demi melahirkan kader-kader NU dalam wujud pelajar yang berkualitas intelektual dan berkomitmen kebangsaan.

Meski bermukim di rumah tangga yang berbeda (memiliki ADRT masing2) namun IPNU – IPPNU tetap dalam ranah gerak yang sama, yakni sebagai badan otonom NU yang menitik beratkan garapannya pada pembinaan dan pengembangan pelajar dan santri. Maka sebagai organisasi yang bersifat keterpelajaran itu, IPNU – IPPNU mempunyai tujuan yaitu ”Terbentuknya pelajar Bangsa yang berilmu berahlakul karimah dan bertanggung jawab atas tegak dan terlaksananya ajaran Ahlussunah Wal Jamaah dan berpedoman Pancasila dan UUD 1945”. Maka sebuah keniscayaan apabila IPNU-IPPNU menempatkan nilai Islam Ahlussunah Wal Jamaah sebagais asas pijakan moral dan inspirasi, serta “Manhajul Fikr” yang memberikan makna serta arah pembangunan manusia menuju penyempurnaan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, IPNU – IPPNU dalam bermasyarakat memegang teguh keharusan bersifat Tawasuth dan I’tidal, menjunjung tinggi prinsip keadilan, serta kejujuran, bersifat membangun, menghindari sikap Thatoruf (Ekstrim) atau kedzaliman, Tasamuh atau toleran dalam perbedaan baik dalam masalah yang bersifat keterpelajaran, kemasyarakatan, maupun budaya dan selalu mengumandangkan Amar Ma’ruf Nahi Munkar, memiliki karakter dalam perbaikan yang konstruktif serta mencegah terjadinya kerusakan harkat manusia dan kerusakan lingkungannya, mandiri, terbuka, bertanggung jawab dalam berfikir, bersifat dan bertindak.

Mengacu pada sepenggal maqolah ”subanul yaum rijalul ghodan” bawha dilihat dari sudut manapun pemuda (pelajar) adalah menjadi sejenis komponen yang urgen untuk di perhitungkan. Lantaran merekalah yang akan menghadapi tantangan-tantangan masa depan dan pula Pelajar adalah menjadi jawaban sekaligus miniatur masa mendatang. Atau dalam redaksi yang lebih sederhana ”Masa depan berada di tangan generasi muda sekarang”. Dan bukankah kata bijak telah mengajarkan pada kita: ”Tidak dikatakan seorang pemuda yang mengatakan ini bapak saya, akan tetapi pemuda ialah seorang yang berani berkata inilah diri saya”. ????

Dengan bertengger pada visi keterpelajaran, IPNU-IPPNU sebenarnya sedang turut merajut dan merangkai bangunan masa depan bangsa, dimana IPNU – IPPNU terus bergerak selaku fasilitator yang turut memberi pembinaan dan senantiasa mendampingi para pelajar NU agar tetap berpijak pada rel’rel yang ada dalam menuntaskan kewajibanya sebagai pelajaar. Hal ini juga menjadi bukti bahwa pelajar/pemuda/i NU mampu memberikan konrtibusi terhadap bangsa berupa terwujudnya generasi muda yang tidak hanya berilmu tetapi juga beriman, bermoral dan berakhlakul karimah.

Begitupun IPNU-IPPNU Kota Metro telah berupaya merefleksikan gerak dengan terus meningkatkan kemampuan kritis, kreatif, profesional dan berakhlakul karimah. Dengan menitik beratkan pada pengembangan skill dan wawasan tentang tata cara dan proses melatih dalam rangka mempersiapkan tenaga pelatih dilingkungan organisasi berdasarkan kebutuhan kader dan kebutuhan organisasi dengan menyelenggarakan TRAINING OF TRAINER (TOT) yang Alhamdulillah telah selesai kami selenggarakan selama dua hari tepatnya pada hari jum’at-sabtu (26-27 februari 2010). Selain itu, mengingat masa khidmat kepengurusan periode 2008-2010 telah selesai, maka dalam rangka penertiban dan taat terhadap mekanisme organisasi, PC. IPNU – IPPNU Kota Metro juga telah melaksanakan KONFERCAB V pada hari Minggu 28 februari 2010.

Dimana secara prosedur tata tertib pemilihan ketua yang disepakati dalam sidang komisi telah melahirkankan hasil pemilihan yang bersih dan sportif, Maka dengan ini pula diucapkan selamat atas terpilihnya rekan kami AAN ULY ROSYADI sebagai ketua PC.IPNU Kota Merto dan kepada rekanita UMI NURSALAMAH sebagai ketua PC.IPPNU Kota Metro masa khidmat 2010-2012. Pula kepada segenap jajaran kepengurusan cabang baik IPNU dan IPPNU diucapkan selamat berjuang dan bekerja.

Semoga peluh juang yang saat ini basah mengguyur tubuh kita kelak akan menjadi madu manis untuk kita nikmati bersama. Amin.

SELAMAT BELAJAR, BERJUANG SERTA BERTAQWA KEPADA REKAN DAN REKANITA PC.IPNU-IPNU KOTA MERTO.

Metro, 06-03-2010