Aku Dan Si Malam
Tersungging segores senyum,
melihat pekat malam begitu mesra mencumbui rembulan,
Melemaskan syaraf-syaraf wajahku yang sedari tadi beku oleh dinginya malam,
Decakan jangkrik dan siulan katak menjadi komposisi melodi klasik nan syahdu,
Menyelarasi irama denyut nadiku yang sedari tadi berpacu lirih,
Ada yang berbisik nakal di telingaku,
memaksa tanganku memeluk erat-erat tubuhku sendiri menahan dingin yang enggan berhenti membelai nakal tubuhku,
Ku lirik sekali lagi si langit, mamastikan matahari benar-benar sudah tak menggantung di perutnya.
Aku mau hanya ada aku dan malam,
tanpa ada satupun komponen siang.
Malam yang Sempurna,,,
Kan ku nikmati setiap durasinya,
tak seper-seribu detikpun ku lewatkan,
hingga gelap puas mencumbui si bulan,
lelah sudah si jangkrik dan si katak berkolaborasi,
anginpun telah mencapai klimaks meraba setiap inci tubuhku.
Usai sudah pergulatan indahku,
Ku peluknya di ahir perjamahan,
meluncur tiga kosa dari bibirku yang amat kelu “selamat tinggal malam”,
Tiba Saatnya memulai hari bersama sang mentari,
Sebelum beranjak jauh,
rona mataku tersentak berbinar melihat kilauan basah embun pagi yang semalam aku ciptakan bersama si malam,,,,,,